Warga Berharap Penataan Pedagang Kaki Lima Tetap Beri Ruang bagi Usaha Kecil
BEKASI – Penataan pedagang kaki lima kembali menjadi bahan perbincangan warga Bekasi. Di satu sisi, pejalan kaki ingin trotoar lebih lapang dan aman. Di sisi lain, pedagang berharap tetap memiliki tempat berjualan yang mudah dijangkau pembeli.
Bagi banyak keluarga, berdagang di pinggir jalan adalah sumber penghasilan utama. Lokasi yang ramai dilalui orang dianggap menentukan laku tidaknya dagangan.
“Kami tidak keberatan ditata, asal tempat barunya masih didatangi pembeli,” kata Joko (52), pedagang makanan yang sudah berjualan lebih dari sepuluh tahun.
Sementara itu, sebagian pejalan kaki mengeluhkan trotoar yang sempit karena terpakai lapak. “Kadang harus turun ke jalan, apalagi kalau bawa anak,” ujar Maya (30), warga yang setiap hari berjalan kaki menuju halte.
Warga berharap pembahasan kebijakan penataan melibatkan pedagang dan pejalan kaki sejak awal, sehingga solusi yang diambil adil bagi semua pihak dan tidak hanya memindahkan masalah ke tempat lain.


