Selasa, 27 Oktober 2026
Ekonomi

Jajanan Pasar Tradisional Tetap Diburu di Tengah Menjamurnya Kafe Kekinian

Oleh Redaksi Suara Bekasi
Bagikan
Serabi, salah satu jajanan pasar tradisional, dimasak di atas tungku. (Foto: Hersy ardianty a / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)
Serabi, salah satu jajanan pasar tradisional, dimasak di atas tungku. (Foto: Hersy ardianty a / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)

BEKASI – Di tengah menjamurnya kafe kekinian, jajanan pasar tradisional ternyata tetap punya penggemar setia. Serabi, kue cubit, lapis, dan aneka kue basah masih diburu pembeli, terutama pada pagi hari dan akhir pekan.

Harga yang terjangkau dan rasa yang akrab di lidah menjadi alasan utama. Banyak pembeli membeli jajanan pasar untuk sarapan, bekal kantor, atau suguhan saat ada tamu di rumah.

“Pelanggan saya dari dulu sampai sekarang ada saja. Yang beda, sekarang banyak anak muda pesan lewat pesan singkat dulu, baru diambil,” kata Ningsih (50), penjual serabi yang sudah berdagang sejak lebih dari dua puluh tahun.

Sejumlah pedagang mulai memanfaatkan media sosial untuk memamerkan dagangan dan menerima pesanan dalam jumlah besar, misalnya untuk arisan atau acara kantor.

Pengamat usaha kecil menilai jajanan tradisional punya peluang besar bila dikemas lebih menarik dan konsisten menjaga rasa.

Topik kuliner

Berita Terkait